How It All // Started
BAD
bukan berarti
buruk
Orang pertama yang dengar nama ini pasti langsung tanya — "kenapa namanya Bad?". Dan itulah yang kami inginkan. Nama yang bikin orang berhenti sejenak. Nama yang perlu penjelasan. Nama yang tidak bisa kamu lupakan begitu saja.
Dalam bahasa slang, "bad" berarti luar biasa. Dalam filosofi kami, BAD adalah akronim dari nilai-nilai yang kami pegang erat setiap hari.
Semuanya berawal dari seorang praktisi dunia IT yang sudah malang melintang di industri — mengelola jaringan perusahaan, membangun sistem enterprise, merancang infrastruktur digital untuk berbagai klien di Medan dan sekitarnya.
Suatu hari, ia memilih kembali ke dunia pendidikan. Bukan karena kariernya berakhir — justru sebaliknya. Ia ingin memastikan generasi berikutnya tidak harus belajar dari nol dengan cara yang menyakitkan. Ia menjadi guru, membawa pengalaman lapangan nyata ke dalam kelas — bukan teori yang mati di buku teks.
Di dalam kelas, ia menemukan sesuatu yang tidak ia duga — siswa-siswa dengan bakat luar biasa. Bukan bakat yang terlihat dari nilai rapor atau sertifikat olimpiade. Bakat yang terlihat dari cara mereka memecahkan masalah dengan cara tak terduga. Cara mereka tidak menyerah meski error terus muncul berulang kali.
Ada yang jago problem solving tapi tidak punya ruang untuk berkembang. Ada yang kreatif dalam desain tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Ada yang paham jaringan secara intuitif tapi belum pernah mendapat kesempatan membuktikannya di dunia nyata.
Daripada hanya mengajar teori yang mungkin tidak pernah mereka gunakan — ia memilih melakukan sesuatu yang lebih konkret: membangun sebuah wadah nyata.
Sebuah startup kecil di Medan yang bisa jadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Tempat di mana siswa-siswanya bisa langsung mengerjakan proyek nyata, berhadapan dengan klien sungguhan, dan belajar dari kegagalan yang sesungguhnya — bukan dari soal ujian pilihan ganda.
Bersama beberapa siswanya yang paling berbakat — Rizky, Isra, Erik, dan Achmad — mereka duduk bersama dan merumuskan visi sederhana tapi penuh ambisi: menghasilkan karya digital terbaik dari Medan, untuk Indonesia, dan suatu hari nanti untuk dunia.
Dengan modal semangat yang jauh lebih besar dari anggaran, Bad Coder resmi berdiri. Tidak ada investor besar, tidak ada kantor mewah — hanya laptop, koneksi internet, dan kemauan keras untuk membuktikan bahwa anak-anak dari Medan bisa bersaing di level mana pun.
Proyek pertama datang dari lingkungan sekitar. Lalu dari referensi. Lalu mulai merambah lebih jauh. Setiap proyek selesai membawa pelajaran baru. Setiap klien puas membawa kepercayaan diri baru. Setiap error yang terpecahkan menambah jam terbang yang tidak bisa dibeli dari buku teks mana pun.
Seiring waktu, tim bertumbuh. Bergabunglah Jonathan, Afandi, Yolanda, Laura, Juwita, Indah, Restu, Zidane, Albi, dan Faiz — masing-masing membawa keahlian dan karakter unik yang membentuk puzzle Bad Coder menjadi lebih lengkap.
Empat divisi terbentuk secara organis: CODE untuk pengembangan aplikasi & sistem, CORE untuk infrastruktur & IT support, RAIN untuk analisis data & revenue, dan BASE untuk brand & social engagement.
Ingat bagaimana semuanya dimulai dari seorang guru yang percaya pada potensi siswanya? Kami tidak lupa. Itu mengapa kami membuka program SEED Team — ruang untuk siswa PKL dan mahasiswa yang ingin belajar dari pengalaman nyata, bukan simulasi.
Setiap intern di SEED Team mendapat pengalaman yang sama persis seperti para founder dulu rasakan: bekerja di proyek nyata, belajar dari senior yang pernah ada di posisi yang sama, dan punya kesempatan direkrut menjadi bagian permanen dari tim.
Karena kami percaya: bakat tidak hanya tumbuh di universitas ternama. Bakat tumbuh di mana pun ada kemauan keras dan lingkungan yang benar.
Hari ini, Bad Coder terus bergerak. Lebih banyak proyek. Lebih banyak klien. Lebih banyak orang berbakat yang bergabung dan bertumbuh bersama kami.
Visi kami tidak berubah sejak hari pertama: menjadi bukti nyata bahwa inovasi bisa lahir dari mana saja — termasuk dari Medan — jika ada cukup keberanian untuk memulai dan cukup kegigihan untuk terus berjalan.
Dan kami berkomitmen untuk terus menjadi tempat itu — bagi siapa pun yang berani menjadi Bad, dalam arti yang sesungguhnya.
Yang Kami Percaya // Our Principles
Kami tidak menjual mimpi. Kalau ada yang tidak bisa kami lakukan, kami bilang terus terang — lalu cari caranya bersama klien.
Klien kami bukan sekadar transaksi. Kami ingin bisnis mereka berkembang — karena kalau mereka sukses, kami ikut sukses.
Dunia IT tidak pernah berhenti. Maka kami pun tidak pernah berhenti belajar teknologi baru dan memperbaiki cara kerja kami.
Kami tidak menerima pekerjaan hanya karena bayaran. Kami mengerjakan sesuatu karena kami benar-benar peduli hasilnya luar biasa.
Setiap baris kode yang kami tulis, setiap desain yang kami buat — kami pegang dengan penuh tanggung jawab sampai hasil akhirnya.
Tidak ada ego di sini. Satu orang bisa jago coding tapi butuh yang lain untuk desain, marketing, dan strategi. Kami kuat karena bersama.













